aku
Bertanyapada gelora Birahi tak berkesudahan
Topeng topeng asmara terumbar berserakan di lantai kenistaan
Magis yang membius otak sadarku pun berhembus kencang bak kuda liar berlarian
Masa lalu tak lagi sebening mata air gunung segar namun segara lumpur noda
Merah darah semangat bekerja berganti ketololan penuh
nafsu duniawi
Hanya khayal menari di pelupuk senjanya
Meraung raung jiwanya buas menggeram seserak dahaga
Mati kutu akal sehatnya tidur tak berbangunkan
Di telantarkannya kebaikan umur yang mestinya
terhibahkan
Disesatkan nalarnya oleh bejana bejana angkara bersiram
tetesan maksiat nikmat
Maut yang mengincar kapan saja teramat murka padanya
Tobat yang di mintanya terbengkalai pula ditambah dikali
dikurang amal tiada bersisa
Asyik masyuk menyesatkan bak besi baja kokoh tak
terlenturkan
Mahar akan dosa dosa itu tergadai tak lah
sedikit, mengapa....? mengapa tak kau tebus jua ?
waktu untuk sang penjaga pintu menutupnya masih
panjang, tak kasip dengan berlari
Berlari kearah kiblat cahaya berfatwa, bertuliskan kalam
penuh makna
Demi sungai sungai yang mengalir didalam syurga....
Hendakkah kau abaikan terus keterbukaaan tangan
Penguasamu ?
Waktu takkan menjemputmu kembali, namun berlari
mengacuhkanmu
Harusnya kau melontarkan dirimu menunggangi waktu dan
kendalikan sedari mula.
------ S O L I T A I R E ------
Bertanyapada gelora Birahi tak berkesudahan
Topeng topeng asmara terumbar berserakan di lantai kenistaan
Magis yang membius otak sadarku pun berhembus kencang bak kuda liar berlarian
Masa lalu tak lagi sebening mata air gunung segar namun segara lumpur noda
Merah darah semangat bekerja berganti ketololan penuh
nafsu duniawi
Hanya khayal menari di pelupuk senjanya
Meraung raung jiwanya buas menggeram seserak dahaga
Mati kutu akal sehatnya tidur tak berbangunkan
Di telantarkannya kebaikan umur yang mestinya
terhibahkan
Disesatkan nalarnya oleh bejana bejana angkara bersiram
tetesan maksiat nikmat
Maut yang mengincar kapan saja teramat murka padanya
Tobat yang di mintanya terbengkalai pula ditambah dikali
dikurang amal tiada bersisa
Asyik masyuk menyesatkan bak besi baja kokoh tak
terlenturkan
Mahar akan dosa dosa itu tergadai tak lah
sedikit, mengapa....? mengapa tak kau tebus jua ?
waktu untuk sang penjaga pintu menutupnya masih
panjang, tak kasip dengan berlari
Berlari kearah kiblat cahaya berfatwa, bertuliskan kalam
penuh makna
Demi sungai sungai yang mengalir didalam syurga....
Hendakkah kau abaikan terus keterbukaaan tangan
Penguasamu ?
Waktu takkan menjemputmu kembali, namun berlari
mengacuhkanmu
Harusnya kau melontarkan dirimu menunggangi waktu dan
kendalikan sedari mula.
------ S O L I T A I R E ------

No comments:
Post a Comment