Tuesday, February 26, 2013

RACUN RACUN KEBISUAN

aku
Bertanyapada gelora Birahi tak berkesudahan

Topeng topeng asmara terumbar berserakan di lantai kenistaan

Magis yang membius otak sadarku pun berhembus kencang bak kuda liar berlarian

Masa lalu tak lagi sebening mata air gunung segar namun segara lumpur noda

Merah darah semangat bekerja berganti ketololan penuh
 nafsu duniawi

Hanya khayal menari di pelupuk senjanya

Meraung raung jiwanya buas menggeram seserak dahaga 

Mati kutu akal sehatnya tidur tak berbangunkan

Di telantarkannya kebaikan umur yang mestinya 
terhibahkan

Disesatkan nalarnya oleh bejana bejana angkara bersiram 
tetesan maksiat nikmat

Maut yang mengincar kapan saja teramat murka padanya

Tobat yang di mintanya terbengkalai pula ditambah dikali
dikurang amal tiada bersisa

Asyik masyuk menyesatkan bak besi baja kokoh tak 
terlenturkan

Mahar akan dosa dosa itu tergadai tak lah 
sedikit, mengapa....? mengapa tak kau tebus jua ?

waktu untuk sang penjaga pintu menutupnya masih 
panjang, tak kasip dengan berlari 

Berlari kearah kiblat cahaya berfatwa, bertuliskan kalam 
penuh makna

Demi sungai sungai yang mengalir didalam syurga....

Hendakkah kau abaikan terus keterbukaaan tangan 
Penguasamu ?

Waktu takkan menjemputmu kembali, namun berlari 
mengacuhkanmu

Harusnya kau melontarkan dirimu menunggangi waktu dan 
kendalikan sedari mula.



  

                                       ------  S O L I T A I R E ------



No comments:

Post a Comment