Saturday, December 28, 2013

DERA REALITA


Lamunku adalah kata-kata tercipta
Sendiriku adalah diksi yang ter kreasi

Ciptaku tiada hening
Semesti hening dalam sepi
Jiwaku tiada rebah
Selayak rebah diantara malam

Adakah obat dari semua ini, jika ini sakit yang kronis?
Adakah penawar dari ini semua, jika ini racun mematikan?

Aku pasrah dalam wabah yang dalam tubuhku selalu merajalela
Aku ridloi terjangkiti endemi yang dalam tubuhku selalu menggerogoti

Aku hanya tak mau di sekap dalam realita yang mendera...


_SOLITAIRE_

Sunday, December 15, 2013

TONGGAK TONGGAK KEBODOHAN



Tak ada kilas balik dan pengharafan
Tak ada munasabah, tuk masa yang ditinggalkan

Ini bukan Tonggak sejarah kemapanan
Tapi Tonggak jahil dan kemunduran

Kemunduran akal yang kau agungkan
hiruk pikuk menyesatkan

Pesta pesta kebodohan...


(Antipati akhir tahun)

_SOLITAIRE_

PROPOSAL DARI MINORITAS

Bahwasanya kita adalah singa singa
Yang terperangkap dalam kandang kandang minda

Jika kau dengar teriak, celoteh dan sindir tajam,
Itu adalah 'auman' keras yang membuat berdiri bulu roma kelicikan mu karena kami geram...

Coretan dinding, goresan goresan pena yang tertuang
Adalah cakaran cakaran yang kan menoreh luka di ketamakan mu, karena kami berang...

Waspada lah...!

Pengkerdilan atas kami
Adalah ke kerdilan arogansi
Yang tampak di perut buncit mu hingga kini...


_SOLITAIRE_

Sunday, October 27, 2013

TOPENG TANPA WAJAH

Lihat kerling matanya...
Dua tiga mangsa mulai terbius sirapnya...

Siulan merdunya senandungkan bencana berkabut Dosa manis...

Sastra Niskala,...
Taburkan kesumat dan kebencian terpendam

Tak ada yang lebih buas dari wajah lembutnya

Senyumnya adalah Seringai Angkara
Hanya saja sesamanya tak pernah tahu...

Bahwa sesungguhnya,...

' Topeng itu Tanpa Wajah '


 ( S O L I T A I R E )







Tuesday, March 5, 2013

NALURI TAK TERSADARKAN




Rimba rimba kenikmatan itu masih perawan tatkala kusinggahi dengan berbekal rayu

Belukar belukarnya liar berselubung bedak tebal 

Ranum buah buah pemanis birahi bersemu merah merona

Merangsang nurani tuk halalkan kenistaan yang terpampang nyata

"Jangan biarkan....!!!" suara memaki atau memerintah tak jelas gaungnya

Aku pulang dengan beribu tanya dan angan yang terabaikan.

" Aku kembali besok atau lusa....!!! "









 
                    --- S O L I T A I R E ---

Wednesday, February 27, 2013

SATIR UNTUK KETAKBERDAYAANKU




Hipnotis Aku Demi Rinduku




" Sampah kolong langit " berkata sang pengumpat
Pengecut... memang pengecut
Tak ada ketakutan yang membuatnya berani
Bara dalam tungku semangat padam
Di hembus angin berbau keraguan
Meski ratapan malam menggugah fajar
Semangat rindu yang digaungkan senyap
Tabir kepengecutan terkuak menganga dalam mata sadar
Cahaya mentari yang terbersit keabu abuan tersirat kelam
Nasehat hanyalah korek kuping bulu ayam
Embanan tugas sang bijak bestari adalah libur panjang
Tugas sucinya itu adalah berdiam diri 
Sedikit ilmu manfaat jadi bekal istirahat
Lecutan lecutan cambuk maknawi di tameng rompi tebal
Syetan syetan bernama kemalasan sepakat tuk bersemayam
membisikkan kata kata mutiara alam durga
" Mari...picingkan mata, bahagialah dalam mimpi lena ! "





 


           ---------   S O L I T A I R E  ----------
    


Tuesday, February 26, 2013

RACUN RACUN KEBISUAN

aku
Bertanyapada gelora Birahi tak berkesudahan

Topeng topeng asmara terumbar berserakan di lantai kenistaan

Magis yang membius otak sadarku pun berhembus kencang bak kuda liar berlarian

Masa lalu tak lagi sebening mata air gunung segar namun segara lumpur noda

Merah darah semangat bekerja berganti ketololan penuh
 nafsu duniawi

Hanya khayal menari di pelupuk senjanya

Meraung raung jiwanya buas menggeram seserak dahaga 

Mati kutu akal sehatnya tidur tak berbangunkan

Di telantarkannya kebaikan umur yang mestinya 
terhibahkan

Disesatkan nalarnya oleh bejana bejana angkara bersiram 
tetesan maksiat nikmat

Maut yang mengincar kapan saja teramat murka padanya

Tobat yang di mintanya terbengkalai pula ditambah dikali
dikurang amal tiada bersisa

Asyik masyuk menyesatkan bak besi baja kokoh tak 
terlenturkan

Mahar akan dosa dosa itu tergadai tak lah 
sedikit, mengapa....? mengapa tak kau tebus jua ?

waktu untuk sang penjaga pintu menutupnya masih 
panjang, tak kasip dengan berlari 

Berlari kearah kiblat cahaya berfatwa, bertuliskan kalam 
penuh makna

Demi sungai sungai yang mengalir didalam syurga....

Hendakkah kau abaikan terus keterbukaaan tangan 
Penguasamu ?

Waktu takkan menjemputmu kembali, namun berlari 
mengacuhkanmu

Harusnya kau melontarkan dirimu menunggangi waktu dan 
kendalikan sedari mula.



  

                                       ------  S O L I T A I R E ------